LANTUNAN CINTA SANG PENCINTA


LANTUNAN CINTA SANG PENCINTA


oleh: Hanun Al-Qisthi

Lewat ekor mata, aku tau matanya yang sipit kecoklatan memandangku lagi. Tetap tajam namun lembut, seperti biasanya. Bibirnya terbuka hendak berkata-kata, namun mungkin rasa segan membuatnya terkatup lagi. Dengan handuk putih bertengger di bahu, ia membalikkan badan membelakangiku. Pergi. Aku diam sejenak lalu mengoleskan metal polish pada baritone kesayanganku, menggosoknya sampai berwarna hitam dan melapnya sampai bersih. Pantulan sinar dari tutsnya menandakan baritone ini selalu terawat dengan rapi. Irio dan Laode tersenyum iri padaku. Baritone mereka tidak pernah semengkilap milikku, padahal kami membersihkannya bersama-sama dua kali seminggu. “Ngiri ya? Hehehe… Nggosoknya yang bener dong , kan udah aku ajarin”, ujarku. Mereka hanya bisa memajukan bibirnya 2 cm.

“Murid lesnya masih banyak mbak Wina?”, si pemilik mata sipit sudah berdiri di depanku saat kudongakkan kepala. Senyumnya mengembang, memamerkan deretan gigi yang kecoklatan karena nikotin.

“Masih, Kak. Sekarang malah ada murid yang baru. Alhamdulillah…” Kumasukkan baritone ke dalam plastik pembungkus lalu meletakkannya dengan hati-hati ke dalam peti. Aku berlalu dari hadapannya tanpa kata-kata. Aku tau mulutnya terbuka lagi, namun aku segera berlari menyusul teman-temanku menuju gerbang kampus. Kugapai bahu Asma lalu tawa kami berderai seperti biasanya. Dari kejauhan kulihat ia melindungi wajahnya dari sorotan mentari senja. Pandangannya tertuju padaku.
*********
Baca lebih lanjut

SAHABAT YANG MEMBERIKU SAYAP


SAHABAT YANG MEMBERIKU SAYAP

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

“Sampai aku mati, tetaplah disampingku ….” rasanya itu adalah pernyataan paling ekstrim seumur hidupku. Kalimat yang sekitar 6 tahun lalu kuucapkan ditengah semangat yang mendekati keputusasaan.

 

Menyusuri kembali peristiwa 6 tahun lalu yang lalu. Sebuah permata yang akan selalu aku simpan baik-baik dalam relung hatiku. Jika ada sahabat yang melebihi kerabat. Hanya satu orang yang bisa kupercaya dalam segalanya. Ia yang menjelma layaknya malaikat pembawa cahaya. Ukhty As…

 

***

Namanya Astutik, tetapi semua teman memanggilnya Mama As, hal itu bukannya tanpa alasan. Sosoknya yang pendiam, keibuan plus telaten membuat semua sepakat memanggilnya demikian. Sampai sekarang pun aku tidak mengenal lebih dalam sosok satu ini. Karena pertemuan kami hanyalah sekejap saja. Setidaknya itulah yang kurasakan. Padahal kami 2 tahun tinggal bersama dalam satu atap, dormitory Blok P2-2-1 Yellow Face Batamindo. Kesibukan dalam pekerjaan, shift yang tidak berbarengan, waktu yang tersita oleh lemburan menjadikan komunikasi sulit terjalin. Sampai saat ini malu selalu menyeruak dalam hatiku ketika memoar ini berjalan kembali ke masa itu. Saat tersulit dalam ujian hidupku.

 

*** Baca lebih lanjut

GADIS KECIL BERHATI SAMUDERA


GADIS KECIL BERHATI SAMUDERA ( Kisah Nyata)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

 

Ini adalah kisah nyata; Yu Yuan, gadis kecil berhati mulia yang berjuang hidup dari leukimia ganas, yang rela melepaskan segala-galanya dan menyumbang untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Bacalah dengan hati nurani akan ada ketakjuban di sana.

 

Kisah tentang seorang gadis kecil cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Tionghua di seluruh dunia. Dana tersebut dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.

Baca lebih lanjut

KU LEPASKAN KAU DENGAN SENYUM


KU LEPASKAN KAU DENGAN SENYUM (Kisah Nyata)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim…

Kukenal dia ketika aku semester awal S1 di fakultas Farmasi pada salah satu Universitas Swasta terbesar di Makassar. Nisa (nama samaran). itulah namanya, kesanpertama yang kudapatkan tentangnya. Subhanallah Allah menganugrahkan keelokan padanya dengan mengindahkan rupanya. Nisa gadis yang sangat cantik, kulitnya putih bersih, wajah yang begitu sempurna dengan tahi lalat di matanya. Bolamata yang indah dengan pancaran kecerdasan yang begitu jelas. Dia juga sangat wangi, wangi yang sangat lembut, yang sampai sekarang masih mampu kuingat. Penampilannya sama dengan teman-teman kuliahku, jilbab kecil tipis yang dililit atau dipeniti dengan sangat rapi, dia sangat suka menggunakan jilbab merah dan pink, sangat cocok dengan kulitnya yang putih.

Baca lebih lanjut

(KISAH NYATA) ,,, RENATA ,,,


Sumber: Depsos al-Sofwa – (http://alsofwah.or.id/?pilih=lihatberita&id=143)

Mama jangan menangis lagi, Renata kan milik Allah.” Kata-kata ini seketika meluncur begitu saja dari bibir Renata seakan ingin menghapus kesedihan sang Mama.

“Renata, ini obatnya diminum, ada berapa?” tukas sang Papa. “Ada tiga, ” jawab Renata pendek.

Bismillah… Ya Allah, aku adalah milik-Mu dan aku akan kembali kepada-Mu. Sembuhkan aku dengan obat ini, berilah orang tuaku kesabaran dan rizki,“ lanjutnya seraya meminum obatnya. Baca lebih lanjut

Selagi Ada Kesempatan !


Cerita ini disadur dari Novel Remaja Islami (Kumpulan Cerita Remaja)

MIZAN Agustus 2000 Penulis Helvy Tiana Rosa

……………………………………………………………………….

Hup !”

Dengan seenaknya Vidi melompat ke motor seorang tukang ojek. “pegang kencang-kencanglah, nanti kalo jato pula anak orang, cemmana nasib awak, awak pula yang kena!” tutur si Abang.

“ Veteran, bang! Cepat sikitlah!” Dan motor ojekan itu pun melaju.

Tak berapa lama vidi telah tiba didepan rumahnya. Belum membuka pintu pagar, Vidi sudah melepas jilbab putihnya yg sejak tadi dikenakan. Gerah ‘kali, batinnya. Dengan ringan kemudian ia melangkah masuk kehalaman.

“Vidiii! Vidii?? As….. salaam….as…”

“Hai Rizal!” Vidi membalas sapa Rizal yang lewat didepan rumahnya. Jilbabnya ia lambaikan kearah Rizal dengan riang.Tak mampir dulu?

Rizal hanya ternganga. Mulutnya membentuk huruf O! Ketua Madrasah Aliyah Negeri Medan itu pun buru-buru berlalu!

************************* Baca lebih lanjut

“Air ini hanya khusus untuk insinyur”


Kisah Nyata ^_^


Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Baca lebih lanjut